Start Over (Again & Again)

Kemarin hari ulang tahun saya. Tidak ada perayaan spesial, karena keluarga saya memang tidak menganut merayakan ulang tahun. Tetapi tetapi saja tanggal ulang tahun, sering diingat. Karena tanggal ulang tahun adalah momen pertama kali manusia menghirup udara di dunia, pertama kali ibu menangis sakit dan bahagia menjadi satu melahirkan anak tercinta. Pertama kali anak menangis, merayakan sekaligus kekhawatirannya menatap perjalan panjang.

Qodarullah, ulang tahun kali ini disetting dengan sangat indah oleh Allah. Mendapatkan tugas untuk rapat di kota Probolinggo bertepatan dengan hari ulang tahun. Spesial karena saya tidak merayakan dengan keluarga inti utama saya saat ini, melainkan berdua bersama ibu.

Di rumah ini, hanya tinggal ibu. Walaupun sebenarnya ibu juga tidak selalu di rumah ini sekarang, beliau sering berpetualang menikmati hidupnya yang dulu sulit dia realisasikan. Beliau menikmati hidup beripindah dan berkunjung dari satu rumah keluarga ke rumah keluarga lainnya. Tetapi kemarin, Ibu ada di rumah ini, mengalokasikan waktu untuk berdua bersama anak lelakinya.

Apa yang dilakukan di hari ulang tahun kali ini? Saya teringat dengan almarhum bapak saya yang suka sekali merayakan ulang tahun. Seingat saya beliau dulu selalu mengirimkan SMS setiap saya ulang tahun. Dulu beliau juga sering merayakan dengan membeli makanan enak. Jadinya kemarin saya mengikuti apa yang bapak saya suka lakukan, membeli makanan yang disukai. Kebetulan saya suka pizza, jadinya beli pizza.

Ulang tahun itu spesial, tetapi momen ulang tahun sebenarnya momen muhasabah kalau sebenarnya usia kita berkurang. Umur bertambah namun usia berkurang. Beberapa waktu ke belakang, banyak sekali berita kematian menjemput handai tulan. Banyak sekali orang saya kenal meninggalkan dunia fana ini. Tidak luput juga kemarin, ada beberapa handai taulan yang diceritakan ibu meninggal.

Saatnya bersedih? Tidak juga. Mari kita memulai umur baru ini dengan semangat untuk berkarya. Ada banyak janji dan mimpi yang belum tertunaikan. Ada banyak amanah yang belum dikerjakan. Semoga umur baru ini diikuti dengan semangat baru.

Terima kasih atas semua doa yang diberikan. Doakan saya bisa terus belajar memperbaiki diri. Tidak baper dengan kritik. Menjawab kritik dengan perubahan yang lebih baik.

 

Advertisements

Dimana batas manusia? Apakah ada batasnya?

Selalu ada ruang untuk bertumbuh. Jika konsisten untuk bertumbuh sebesar 0,5% saja setiap hari, maka yang akan didapat adalah:

1 tahun: 6x lebih baik

2 tahun: 38x lebih baik

5 tahun: 8.975x  lebih baik

10 tahun: 80.561.104x lebih baik

THE-BIGGEST-ROOM-IN-THE-WORLD-IS-ROOM-FOR-IMPROVEM.jpeg

Apa saja yang bisa ditumbuhkan untuk menjadi lebih baik?

  1. Cek apakah sudah punya goal yang jelas dan cukup besar
  2. Cek apakah masih ada kegiatan yang menghambat performansi dan membuang-buang waktu
    Kurangi bersocial media dan kegiatan yang sia-sia
  3. Cek apakah sudah punya tim yang bisa membantu meningkatkan kapasitas
  4. Cek apakah semua yang dikerjakan sudah mencapai kualitas terbaik
  5. Cek apakah proses bisnis yang ada sudah maksimal kecepatan dan kualitasnya
  6. Cek apakah akuntabilitas pekerjaan sudah maksimal
  7. Cek apakah _______ sudah maksimal?

Selalu tanya APAKAH INI SUDAH MAKSIMAL? Ketika bertanya hal itu sepertinya manusia tidak punya batas. Selalu akan ditemukan ruang dan peluang peningkatan.

10 tahun saya bekerja memulai dan membangun bisnis di bidang IT. Ada banyak ruang peningkatan yang belum dilaksanakan. Problem kenapa pertumbuhannya kurang cepat adalah karena mindset yang salah:

  1. Takut ketika bertumbuh maka akan semakin sibuk
  2. Takut gagal
  3. Takut dianggap sombong
  4. Karena sudah ada yang mengerjakan
  5. Karena pernah mendapat feedback negative
  6. Harus fokus jangan rakus
  7. Takut tim tidak suka

Mindset yang salah seringkali menghambat pertumbuhan kita. MILIKI MINDSET YANG BENAR. TEMUKAN TUJUAN.

Gimana cara mendapatkan mindset dan tujuan yang benar ?

Pengalaman saya selama 10 tahun ini, motivasi SPIRITUAL adalah CARA yang BENAR. Motivasi karena manusia atau dunia seringkali membuat lelah. Parameter motivasi yang salah adalah ketika enggan bekerja dan bertumbuh lebih baik karena takut ini takut itu, bukan karena ingin mengerjakan AMAL TERBAIK.

Vitamin dari motivasi spiritual adalah dengan menemukan teman dan lingkungan yang tepat. 10 tahun saya ‘teracuni’ dengan lingkungan yang mengulang-ulang:

  • Valuasi
  • Investasi
  • Hyper growth
  • Pitch
  • Disruption
  • Ton of Money

Terdengar keren, namun kosong. Lelah karena yang dikejar dunia. Hal ini bukan karena dunianya yang salah, mungkin karena sayanya yang salah mindset, karena mendapatkan motivasi yang salah, ditambah dengan teman dan lingkungan yang belum tepat.

Saya melupakan:

  • Bekerja untuk ibadah
  • Pemberdayaan, membuka kesempatan

Saya mengikuti 2 sesi coaching oleh Coach Dr Fahmi. Aspek teknis mengisi borang dan berbagai pertanyaan tidak terlalu sulit sebenarnya, karena yang saya cari adalah mencari MINDSET yang benar. Di sini entah kenapa saya merasa lebih terarah menemukannya ketika menjawab berbagai isian.

Semoga menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin terus bertumbuh:

  1. Temukan MINDSET dan motivasi yang benar
  2. Temukan teman dan lingkungan yang mendukung untuk mendapatkan no 1

Sisanya tinggal berusaha untuk terus-menerus memperbaiki diri, sedikit perbaikan setiap hari akan menghasilkan pertumbuhan yang sangat besar jika dilakukan secara istiqomah.

“Kita tidak berkompetisi dengan orang lain, kita berkompetisi dengan diri kita sendiri”

Pemimpin itu memberdayakan, bukan mengeksploitasi

Pemimpin yang ideal menurut saya adalah pemimpin yang bisa memberdayakan orang lain untuk mencapai sebuah TUJUAN BERSAMA, bersama-sama. Bukan mengeksploitasi orang lain untuk mencapai tujuan ego sang pemimpin.

Pertama, pemimpin harus bisa CREATE AN INSPIRED VISION, tujuan yang ingin dicapai oleh sang pemimpin disetujui dan ingin diikuti oleh tim. Jika visi seorang pemimpin tidak menginspirasi orang lain untuk ikut dalam rombongan, perlu dipertanyakan

Setelah VISI terdefinisi, pemimpin membuat CLEAR GOALS dan PROVIDES CLEAR DIRECTION, untuk memudahkan tim mencapai tujuan bersama. Tidak sekedar memberi arahan, tetapi juga SUPPORT PEOPLE as they need it.

Cara untuk memberikan dukungan yang diperlukan tim mencapai tujuan bersama:

  1. Challenge the process, optimasi proses yang ada menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
  2. Delegates to the front line, memberikan tugas kepada tim sesuai dengan kemampuannya
  3. Provides feedback on performance, karena dengan feedback orang bisa menjadi lebih baik dan memudahkan untuk belajar
  4. Is results orientated, berorientasi kepada hasil, selain proses yang baik dan benar, hasil yang nyata juga diperlukan agar bisa menjaga semangat tim karena tahu tim sedang berada di jalur yang benar
  5. Decisive, mengambil keputusan, terutama ketika memilih keputusan yang sama-sama baik atau sama-sama-sama buruk. Berani menanggung risiko dari keputusan yang diambil

Hal-hal di atas tidak mudah, sulit, berat. Seorang pemimpin harus TERUS BELAJAR, dan untuk itu harus punya exceptional physical health.

Pertanyaan Kakak

Posting ini mungkin akan terus diperbaharui untuk mencatat pertanyaan-pertanyaan dari Kak Izza yang sudah bisa atau belum bisa dijawab :

  1. Kenapa Alloh menciptakan kita?
  2. Kenapa tetap ada iklan rokok, padahal ada peringatan bahaya rokok?
  3. Dari mana asal usul bahasa? Kenapa ada kata makan, lampu, dlsb?
  4. Dari mana asal usul angka?

Tadi pagi

Selasa sore – Grup Emak-Emak Kelas

Seorang ibu baik hati nan perhatian: Mengingatkan besok pagi ananda berenang

Ibu yang lupa nyimpan jadwal renang: Terimakasih bunda.. sudah diingatkan 🙂

 

Selasa malam – Rumah

Kak, besok berenang ya.

Iya bun, tapi baju renangnya sobek. Gimana?

Nanti bunda jahit, bisa kok.

~~~~

Mbak, pinjam benang sama jarum ya.

 

Rabu subuh – Rumah

Waa.. ketiduran, belum jahit. Langsung buru-buru jahit.

Bun.. nanti kesempitan kalau dijahit kayak gitu.

Nggak, nanti cobain aja.

~~~~

Rabu 06:30 – Rumah

Siap berangkat! Kirim foto ke ayah:

WhatsApp Image 2018-10-17 at 06.41.53

Rabu 07:21 – Rumah

Baru aja simpan kunci motor, tiba-tiba: Kring kring.. whatsapp calling

Bunda izza, ini izza belum dibawakan jilbab pramukanya

Haa.. iya bun iya bun, saya ke sana, makasih ya bunda…

Kembali ke kolam renang lewat jalan tikus karena ada cegatan, hihihi. Untung pas pulang dari kolam renang yang pertama lihat pak polisi lagi siap-siap cegatan.

Alhamdulillah, dikelilingi bunda-bunda yang perhatian. Sehari sebelumnya:

Grup Emak-Emak Kelas

Bunda, ini ada jilbab hari jumat yang kebawa sama anak saya, ga ada namanya. Punya siapa ya?

Oh iya, punya izza bun, pas mabit ketinggalan.

 

Haduh, Ibu sama anak sama aja. Hahaha. Jatuhnya buah ga jauh dari pohonnya :))

Belajar lagi bareng-bareng ya kak…

 

Sepuluh tahun

Sepuluh tahun mungkin hanya angka

Sepuluh tahun mungkin hanya kumpulan hari, kumpulan minggu, dan kumpulan bulan

Tapi, di sepuluh tahun ke belakang ini, kami melalui banyak peristiwa yang mengubah cara kami dalam bersikap, berpikir, dan berpendapat

Satu tahun pertama adalah masa saat kami menikmati hidup baru yang sederhana (sederhana dalam konteks masalah yang dihadapi dan sederhana dalam konteks gaya hidup), penuh kejutan karena baru saling mengenal, dan penuh dengan ‘kebebasan’ dalam memilih

Lima tahun pertama adalah masa saat kami menyesuaikan dengan berbagai peran baru, sebagai orang tua, sebagai entrepreneur, sebagai pengajar, sebagai pendatang …

Dan, sepuluh tahun ini adalah masa bagi kami untuk mencari titik keseimbangan: dalam harapan (raja’) dan takut (khauf),  dalam membagi waktu bagi diri sendiri, keluarga, dan umat serta dalam membangun potensi fisik, akal dan jiwa.

Yang selalu kami pegang:

Saling mencintai secukupnya saja,

Senang dan sedih secukupnya saja,

Kalem, woles, selow: Ojo gumunan, ojo kagetan, ojo aleman,

Karena semua di dunia ini hanyalah sementara, fana dan tidak abadi

Kelak, kami berharap bisa dipertemukan lagi dalam kebahagiaan yang kekal

Aamiin, yaa mujib assaailiin…

Jangan di tengah

Middle class trap istilah kerennya. Jadi orang yang nanggung itu susah. Ga kaya sehingga tidak semua kebutuhan bisa dibeli, tapi ga miskin juga sehingga ga berhak dapat subsidi.

Dalam kesehatan juga seperti itu, jangan nanggung. Sehat atau sakit. Jangan sehat tapi ada sedikit sakit, atau sakit tapi sudah agak sehat. Akibatnya susah, butuh dirujuk tapi ga bisa langsung, ga usah lanjut berobat tapi lagi sakit.

Nanti suatu saat kalian juga akan mengalami sebuah kondisi, dimana anak tengah-tengah itu dilupakan, yang akan diingat adalah anak yang pintar banget, nakal banget, bodoh banget.

Jadi pengusaha juga gitu, hanya yang sukses banget, yang dapat gelar perusahaan unicorn yang akan diingat, atau sekalian bankrut untuk diingat sebagai bahan pelajaran.

Hidup itu seperti roda berputar

Kadang di atas, kadang di bawah.

Kadang senang, kadang sedih.

Kadang kaya, kadang miskin.

Kadang sehat, kadang sakit.

Kadang lapang, kadang sempit.

Kadang rajin, kadang malas.

Sekarang hidup, suatu saat pasti mati.

Dan ya, roda saya sedang di bawah. Doakan saya masih diberi kesempatan agar roda ini kembali di atas.

Persiapan Masa Depan

Dulu ketika kecil, saya diajari berbagai hal. Disekolahkan, diberi makan yang bergizi dan sehat, dikursuskan dan sebagainya, dengan tujuan satu: agar saya siap menghadapi masa depan. Agar masa depan saya tidak susah. Agar saya bisa hidup bahagia.

Dan sekarang orang tua kita sedang akan menatap “masa depannya”. Seperti dulu mereka mempersiapkan saya menatap masa depan, apa yang bisa saya siapkan buat mereka? Agar “masa depannya” tidak susah, bisa hidup bahagia.

 “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”

Engkau telah membantuku dan mempersiapkanku dalam menghadapi masa depanku, ijinkan aku membantumu mempersiapkan “masa depanmu”, agar tidak susah dan bisa hidup bahagia.

Walk The Talk

Ada sebuah idiom dalam bahasa Inggris, walk the talk, kira-kira artinya lakukan apa yang kamu bilang. Dalam bahasa jawanya “Ojo ngomong tok, tapi nglakoni”. Dan ternyata hal ini juga disebutkan di dalam Al-Quran:

Screen Shot 2018-08-15 at 14.02.26

Dulu sewaktu kuliah, saya punya seorang sahabat, sama-sama sedang semangatnya dalam belajar Islam. Yang sangat berkesan, dulu ada stiker “Anti TBC”

Image result for anti tbc tahayul bidah churofat

Bisa dibilang, dulu itu penuh semangat, tapi konkritnya belum pernah. Singkatnya dibilang “omong tok”.

Sampai akhirnya sekarang benar-benar diuji semangat jaman dulu itu. Jika dulu ngomongin benda pusaka, ajimat, susuk, hanya karena ingin tahu dan sekedar bahan obrolan, kali ini ditantang keyakinan akidah yang lurus itu.

Itu satu hal, ada banyak hal lain yang lebih berat ketika ditagih masalah komitmen antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Di satu sisi menghadapi sesuatu yang kita omongkan itu sejujurnya tidak selurus yang dibayangkan. Kadang muncul perasaaan dan pemikiran takut, was-was.

Tapi di sisi lain, patut disyukuri bahwa diberikan kesempatan untuk tidak “ngomong tok”, karena Allah tidak menyukai orang yang tidak melakukan apa yang dia ucapkan.

Doakan saya!